Home ·

Hidup Anak Perantauan Yang Pekerja Keras Di Kota



Kisah anak perantauan yang pekerja keras di kota  Besar. Kehidupan seorang Perantau  biasanya dijalani bersama teman Satu kerja, atau orang yang memilih tinggal di tenpat terdekat dengan tempat pekerjaannya kita meski memiliki rumah di kota yang sama. Maka takheran jika kita jumpai standar  hidup menengah ke bawah pada anak perantau  yang sederhana ini. 

Bukan berarti di tidak kaya, bukan, hanya saja, anak  perrantauan yang disandang itu berpengaruh pada   pola hidup serba hemat dan serba praktis. Sebagai anak perantauan  meski tidak semuanya, karena barangkali akan lain cerita jika mereka masih anak perantauan bersama teman anda. Sehebat-hebatnya dan sepraktis-praktisnya, tetap saja kebahagiaan. Anda dan kenyamanan kita bersama.  

Seorang Badut Mencari Cinta
Hidup anda serba hemat dan serba praktis terbukti dari beberapa adigum diantaranya, anda makan mie instan. Sarapan pagi hari cukup dan segelas susu. Kemana-mana yang cukup sederhana. 
Ini Dia Cara Asyik Isi Liburan Ala Anak Kosan, Kebersamahan Teman- Teman Di Cafe
Mengejar Keindahan Wisata Ulu Kasok, “ Raja Ampat Di Kampar 
Tingal Kenangan Foto-Foto Persahabatan Di Jakarta Bersama Dion Tarigan 

Pasti ada muncul di dalam pikiran anak perantauan adalah: apakah hidup serba hemat dan praktis itu termasuk katagori hidup yang sehat?; akan kita rincian  sobat di bawah ini.

Makan mie instan di warung tepi jalan Rp: 8000
Minum the susu di warung tepi jalan Rp: 5000
Makan nasi rames di warung nasi sederhana Rp:11.000
Makan bakso + Es the di tepi jalan Rp: 20.000
Makan nasi goreng di warung tepi jalan Rp: 15000

Nah sobat jadi sekarang bisa mengitung sendiri, bagaimana bisa hemat kalu sehari pengeluarannya 40.000 ribu. Itu pun belum termasuk ongkos transport, kebutuhan pribadi atau  yang lainnhya. Bagai mana bisa sehat kalau makanya di warung emperan yang mencuci piring dengan 2 atau 1 ember barangkali hanya praktis saja yang didapat karena tak perlu ribet memasak dan dan anda belanja sayuran. 

Nah sobat karena itulah saya ingin berbagi tips hidup hemat dan sehat  anak perantauan. Ini sudah saya lakukan semenjak saya menjadi anak perantauan memang terasa sekali bedanya anda mau tahu resepnya?.

Anda Masak Sendiri di rumah yang anda kontrank sekarang
Anda masak sendiri itu artinya kesempatan pada diri sendiri untuk masak sesuka hati  kamu?.

  •         Belajar Masak Sendiri ( anda membeli bahan masakan yang ingin anda dimasak )

  •       Belajar menyinpan uang anda sendiri ( anda harus bisa belajar membuat otak anda berpikir mana kebutuhan primer, mana seknder, mana tersier )

  •         Bebas anda makan sepuasnya ( jika anda di warung menunya itu-itu saja, maka dengan memasak sendiri anda bisa memilih menu sendiri sesukamu).

  •         Melatih manajemen waktu anda dengan baik ( kalau biasanya anda tinggal makan di warung, tentu bisa sambil berangkat menuju tenpat kerja anda atau pun sahat anda piggi kuliah, dan dll. Jika anda memasak sendiri, anda bisa belajar mengatur waktu anda untuk; bangun jam bebrapa butuh lama untuk masak, berapa lama untuk mandi kemudian sarapan, baru bisa anda berangkat kerja ).

  •         Anda bisa belajar mandiri sendiri ( hal ini mengajar kita untuk tidak bergantung pada orang lain lagi. Karena masak sendiri berarti anda berusaha memenuhi kebutuhan anda dengan tangan  sendiri ).

Bagi anak perantau pasti Sering Lakukan hal yang di bawah ini;

Ini lah yang jadi kebiasaan anak perantauan, pinjam-meminjam barang. Mulai dari meminjam helm dan Bahkan mungkin anda juga meminjam uang dan dll. Benar apa benar?.
Untuk menjawab trik-trik yang diatas, pinjam-meminjam ini adalah trik pertama dalam mengatur manajemaen  keuangan sebelum gajian. 

Anda bisa lakukan hal yang di atas  bagi anak perantauan sangat bermanfaat untuk anda bagi yang pembaca yang berstatus sebagai anak perantau, nikmatilah kehidupan sebagai anak perantau  karena suatu saat nati anda akan ada perubahaan pada suatu harinanti tetap semangant dan berjuang dengan iklas. 

Salam Anak  perantauan…….. semoga yang di atas sebagi contoh. Terimakasih.

Post a Comment